do not piracy!

do not piracy!
this blog is my creativity

Kamis, 30 Januari 2014

catatan : 30 Januari 2014

menangislah, dan jangan lagi menyerah
menangislah, dan tetaplah berjuang...
dan keringkan air matamu sekarang,  jangan lagi mengalah pada seseuatu yang kamu tahu, kamu bisa mengatasinya.

--

jadi apa kabar dengan Januari 50 ribu Kata?
dengan sedih saya kabarkan, tahun ini saya masih kalah lagi... (OOOOPPSSSS!!!)
kalah karena saya tidak punya cukup lebih banyak keberanian untuk mengalahkan apa yang sudah menindas diri saya, sehingga akhirnya harus berhenti menulis untuk sekian banyak waktu.

dan selanjutnya...?

Rabu, 22 Januari 2014

catatan : 22 Januari 2014

kegiatan pagi yang mendadak berubah, terlalu bayak alasan.
tapi gak patut ber-alasan di sini.
ini adalah halam yang memotivasi, bukan untuk menjatuhkan semangat, karena apa pun yang terjadi, terjadilah.

--

Sabtu, 18 Januari 2014

catatan : Tentang OwN - Chef Diana

Gambar
Saya browsing, sampai gak tahu lagi mau buka halaman yang mana....

Kali ini memang kumpulan cerpen, tapi maunya semua tokohnya saling terikat.

Tidak seperti novel...

Semua ceritanya open ending... lepas... menceritakan masing-masing karakter dengan permasalahan peliknya, namun ternyata punya penyelesaian yang sangat mudah.

Baiklah...

Saya memulainya dari cerita seorang Chef, namanya Diana. Cantik, muda, dan punya cita-cita yang tinggi. Diana sangat tidak suka bergantung, berharap terlalu banyak, mana yang bisa dia kerjakan, dia gak akan menyuruh dua kali. Diana itu contoh bagi semua yang ada di tim-nya.
Untuk penampilan, awalnya saya membayangkan beberapa celebrity Chef terkenal Indonesia, Farah Quinn, Marinka, dan juga yang muda dan berpenampilan menarik. Tapi kemudian saya teringat pada Jana Parengkuan. Seorang Ibu 4 anak yang juga pembuat pastry. Sekarang dia sering masak di NET.TV. Untuk cuplikan profilnya ada disini.

Sosok cantik ini menginspirasi, coba bayangkan Jana di awal usia 30an. Sekarang saja dia masih sangat muda dan fresh.

Jumat, 10 Januari 2014

catatan : 10 Januari 2014

ini hasil print screen tanggal 7 kemarin.
tanggal 8 saya bolos nulis.
dan tanggal 9 saya sudah menambahkan satu cerita : Lily sekitar 2400 kata.
dan pagi ini menambahkan 500 kata untuk menyelesaikan bagian Vedha Stan.

dan saat menulis kalimat ini, saya sedang melengkapi cerita Diana.

ow ow ow ow.....

paling tidak 14.000 kata sudah terkumpul sejauh ini.
dan target tanggal 10 ini adalah 20.000 kata.
semoga terlampaui.


salam J50K.

-ephy-

Senin, 06 Januari 2014

catatan : khusus 6 Januari 2014

Project #SebuahBuku - untuk nulisbuku dot com
-photo by Joko Raditya Dyan-

Hai..

Hari apa sekarang? Senin?

Ya…
Setelah hari Sabtu kemarin saya membaca sebuah buku novel, dan hari minggunya saya terkapar karena batuk. Tapi sempat juga ber-twitter ria, karena di atas kasur rasanya bosan kalau gak ngapa-ngapain.
Jadi kemudian, saya menikmati twiit dari akun @nulisbuku yang bercerita tentang alasan kenapa ‘sebuah buku’ tidak kunjung selesai dan menjadi buku.

Ada banyak pengalaman saya dengan menghasilkan sebuah buku.
Tapi dari semua tweet yang disampaikan @nulisbuku dan saya menambahkan hastag #SebuahBuku, saya mendapatkan ide tentang sesuatu…

Saya menyebutnya ide dadakan.

#SebuahBuku hanya sebuah catatan tak menentu – catatan mereka yang menunggu.

Sabtu, 04 Januari 2014

catatan : 4 Januari 2014

sudah menulis?
sudah.
dan pagi ini sebelum mulai menulis lagi. aku menghitung perbendaharaan kata dari beberapa file yang terpecah-pecah.
6446.
Lumayan. tapi masih harus dikejar.

Selamat menulis.

-ephy-

Kamis, 02 Januari 2014

catatan : 2 Januari 2014

Setelah terkapar seharian kemarin, dan hanya berhasil menulis sekitar 600 kata saja, tidak lebih mungkin. pagi ini saya melanjutkan lagi....


walau baru sampai 1500an... dan saya masih menyambi riset...
riset???
ya...
dan selamat beraktifitas...

ephy
-lagi nonton youtube-

Selasa, 31 Desember 2013

novela : #NulisKilat bersama PlotPoint dan Bentang

#NulisKilat

Judul  : Malang dalam Cinta 48 Jam

30 Desember – 10.00 pagi
Shinta memijit dahinya kuat-kuat, rasa sakit yang tak bisa diabaikannya membuatnya lama duduk terdiam dalam sendiri di sudut bangku tempat parkir. Ada rasa yang tak bisa diabaikannya, tapi lebih besar lagi rencana dalam otaknya yang belum sepenuhnya terlaksana, dan dia masih menyusun bagian lainnya ditengah sakit kepalanya yang mulai mengganggu.
“Mbak Shinta perlu obat?” Jamal si tukang parkir menghampirinya, Shinta hanya menggeleng. Dia bahkan tidak sanggup mengangkat wajahnya hanya sekedar untuk mengucapkan terimakasih untuk sebuah penawaran yang tulus.
“Kenapa gak istirahat dulu aja Mbak?” Jamal menyodorkan botol air mineral yang belum dibuka pada Shinta. Shinta menerimanya, sambil mengernyitkan dahinya, menahan sakit kepala.
“Masih banyak kerjaan.” Shinta menjawab sekenanya.
“Tapi acara besarnya kan baru besok, Mbak.” Jamal lalu kembali ke pekerjaannya, setelah melihat Shinta meminum setengah isi botol air mineralnya.
Seorang perempuan muda muncul dari arah tangga. Di pundaknya sebuah tas laptop menggantung, dan dalam dekapannya setumpuk buku tampak cukup berat untuk dibawanya sendiri. Dia menghampiri Shinta, meletakkan buku-buku besar itu dan menghembuskan nafas lelahnya sekaligus.
“Kamu masih sakit?” Karina, kawan, sahabat, rekan kerja Shinta, sekaligus asisten dari sang kakak, menyapanya.
“Gak pa pa, kita janjian jam berapa?” Shinta memandang wajah Karina sesaat, lalu melanjutkan memijit dahinya kuat-kuat.
“Jam dua belas.” Karina melirik jam tangannya.
“Kita makan siang dulu aja kalau gitu?” Shinta mencoba mencari solusi, tapi tiba-tiba ponsel Karina bordering.
“Bos.” Karina memberi tahu Shinta, lalu segera menjawab panggilan itu.
“Ya. Meetingnya ditunda setelah tahun baru. Iya, tadi saya di telpon Kei. Baik. Saya mau makan siang. Ya. Baik. OK.”
Karina menyimpan kembali ponselnya di saku jaket. Lalu dia mengeluarkan kunci mobil dan memanggil Jamal. Meminta tolong untuk mengangkatkan setumpuk buku yang dibawanya tadi. Lalu setelahnya dia menyimpan laptopnya di dalam mobil si bos.
“Kita pergi sekarang?” Shinta masih duduk diam di bangkunya, Karina tidak mencoba menawarkan apapun. Menjadi sahabat kadang kata kuncinya cuma satu. Diam.
“Makan siang dimana?” Shinta menjawab pertanyaan Karin dengan pertanyaan juga.
“Dimana aja, toh tempat makan ada banyak. Tapi kalau kamu menawari aku, aku mau ke Juminten. Katanya ada menu baru yang enak disana.”
“Jauh.” Shinta memotong.
“Becak-kan banyak.” Tanpa diperintah Karina menyebran jalan, dan menyapa tukang becak yang mangkal di dekat hotel, diseberang gedung tempat kerja mereka.
“Ayo.” Karina menggamit lengan Shinta, dan mengajaknya naik becak.

Rabu, 25 Desember 2013

catatan : 25 Desember 2013

Kembali pada menyusun Draft untuk naskah yang akan saya kerjakan dalam project Januari 50ribu Kata.

Rasanya setelah dua minggu terakhir sibuknya campur-campur, sekarang sudah harus kembali fokus dengan persiapan menulis.

Baiklah, ini sedikit yang mau saya bagi menjelang berakhirnya bulan dan tahun ini.


Kamis, 19 Desember 2013

catatan : 19 Desember 2013

properti - Indonesia Indie
Alhamdulillah…
Akhirnya buku istimewa ini selesai.

Diperuntukkan bagi penggemar Diana Rikasari, pecinta line sepatu UP, juga penggemar POPflats dimana saja.

Awalnya memang tidak terpikir akan menyelesaikannya dalam bentuk buku. 
Tapi ternyata tahun ini memang benar-benar bisa jadi satu catatan, kerja keras tidak akan pernah sia-sia.

Setiap orang pasti butuh impian, pasti memiliki harapan, dan buku ini adalah salah satu buktinya. Siapa pun mereka berhak memiliki impiannya, berhak mengejar cita-citanya.