do not piracy!

do not piracy!
this blog is my creativity
Tampilkan postingan dengan label OwN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OwN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2014

catatan : Tentang OwN - Chef Diana

Gambar
Saya browsing, sampai gak tahu lagi mau buka halaman yang mana....

Kali ini memang kumpulan cerpen, tapi maunya semua tokohnya saling terikat.

Tidak seperti novel...

Semua ceritanya open ending... lepas... menceritakan masing-masing karakter dengan permasalahan peliknya, namun ternyata punya penyelesaian yang sangat mudah.

Baiklah...

Saya memulainya dari cerita seorang Chef, namanya Diana. Cantik, muda, dan punya cita-cita yang tinggi. Diana sangat tidak suka bergantung, berharap terlalu banyak, mana yang bisa dia kerjakan, dia gak akan menyuruh dua kali. Diana itu contoh bagi semua yang ada di tim-nya.
Untuk penampilan, awalnya saya membayangkan beberapa celebrity Chef terkenal Indonesia, Farah Quinn, Marinka, dan juga yang muda dan berpenampilan menarik. Tapi kemudian saya teringat pada Jana Parengkuan. Seorang Ibu 4 anak yang juga pembuat pastry. Sekarang dia sering masak di NET.TV. Untuk cuplikan profilnya ada disini.

Sosok cantik ini menginspirasi, coba bayangkan Jana di awal usia 30an. Sekarang saja dia masih sangat muda dan fresh.

Selasa, 31 Desember 2013

novela : #NulisKilat bersama PlotPoint dan Bentang

#NulisKilat

Judul  : Malang dalam Cinta 48 Jam

30 Desember – 10.00 pagi
Shinta memijit dahinya kuat-kuat, rasa sakit yang tak bisa diabaikannya membuatnya lama duduk terdiam dalam sendiri di sudut bangku tempat parkir. Ada rasa yang tak bisa diabaikannya, tapi lebih besar lagi rencana dalam otaknya yang belum sepenuhnya terlaksana, dan dia masih menyusun bagian lainnya ditengah sakit kepalanya yang mulai mengganggu.
Mbak Shinta perlu obat? Jamal si tukang parkir menghampirinya, Shinta hanya menggeleng. Dia bahkan tidak sanggup mengangkat wajahnya hanya sekedar untuk mengucapkan terimakasih untuk sebuah penawaran yang tulus.
Kenapa gak istirahat dulu aja Mbak? Jamal menyodorkan botol air mineral yang belum dibuka pada Shinta. Shinta menerimanya, sambil mengernyitkan dahinya, menahan sakit kepala.
Masih banyak kerjaan. Shinta menjawab sekenanya.
Tapi acara besarnya kan baru besok, Mbak. Jamal lalu kembali ke pekerjaannya, setelah melihat Shinta meminum setengah isi botol air mineralnya.
Seorang perempuan muda muncul dari arah tangga. Di pundaknya sebuah tas laptop menggantung, dan dalam dekapannya setumpuk buku tampak cukup berat untuk dibawanya sendiri. Dia menghampiri Shinta, meletakkan buku-buku besar itu dan menghembuskan nafas lelahnya sekaligus.
Kamu masih sakit? Karina, kawan, sahabat, rekan kerja Shinta, sekaligus asisten dari sang kakak, menyapanya.
Gak pa pa, kita janjian jam berapa? Shinta memandang wajah Karina sesaat, lalu melanjutkan memijit dahinya kuat-kuat.
Jam dua belas. Karina melirik jam tangannya.
Kita makan siang dulu aja kalau gitu? Shinta mencoba mencari solusi, tapi tiba-tiba ponsel Karina bordering.
Bos. Karina memberi tahu Shinta, lalu segera menjawab panggilan itu.
Ya. Meetingnya ditunda setelah tahun baru. Iya, tadi saya di telpon Kei. Baik. Saya mau makan siang. Ya. Baik. OK.
Karina menyimpan kembali ponselnya di saku jaket. Lalu dia mengeluarkan kunci mobil dan memanggil Jamal. Meminta tolong untuk mengangkatkan setumpuk buku yang dibawanya tadi. Lalu setelahnya dia menyimpan laptopnya di dalam mobil si bos.
Kita pergi sekarang? Shinta masih duduk diam di bangkunya, Karina tidak mencoba menawarkan apapun. Menjadi sahabat kadang kata kuncinya cuma satu. Diam.
Makan siang dimana? Shinta menjawab pertanyaan Karin dengan pertanyaan juga.
Dimana aja, toh tempat makan ada banyak. Tapi kalau kamu menawari aku, aku mau ke Juminten. Katanya ada menu baru yang enak disana.
Jauh. Shinta memotong.
Becak-kan banyak. Tanpa diperintah Karina menyebran jalan, dan menyapa tukang becak yang mangkal di dekat hotel, diseberang gedung tempat kerja mereka.
Ayo. Karina menggamit lengan Shinta, dan mengajaknya naik becak.

Rabu, 25 Desember 2013

catatan : 25 Desember 2013

Kembali pada menyusun Draft untuk naskah yang akan saya kerjakan dalam project Januari 50ribu Kata.

Rasanya setelah dua minggu terakhir sibuknya campur-campur, sekarang sudah harus kembali fokus dengan persiapan menulis.

Baiklah, ini sedikit yang mau saya bagi menjelang berakhirnya bulan dan tahun ini.