dream again....
apa yang terjadi jika mimpimu terasa nyata, seperti menyentuh kulitmu?
do not piracy!
this blog is my creativity
Kamis, 11 Juli 2013
Selasa, 09 Juli 2013
catatan : 9 Juli 2013 [ a big wish ]
sudah lama tidak serius menulis, kali ini saya memutuskan untuk serius merapikan naskah #abigwish with Diana Rikasari yang kemarin sempat saya kirim ke sebuah lomba.
dalam sepekan terakhir, saya masih mempertimbangkan untuk menyelesaikan naskah Save My Heart atau tidak, tapi yang pasti, saya sedang tidak punya kalimat lanjutan saat ini. karena jelas, saya butuh referensi baru dan lebih banyak, tentang bagaimana menulis novel yang diminati pasar, digemari banyak orang.
dalam sepekan terakhir, saya masih mempertimbangkan untuk menyelesaikan naskah Save My Heart atau tidak, tapi yang pasti, saya sedang tidak punya kalimat lanjutan saat ini. karena jelas, saya butuh referensi baru dan lebih banyak, tentang bagaimana menulis novel yang diminati pasar, digemari banyak orang.
Minggu, 07 Juli 2013
novela : 7 Juli 2013 [ DANIS ]
Kenapa laut harus biru? Padahal lelaki itu langit biruku. Dan aku adalah ombak.
Pengacau yang tidak bisa bersikap menyenangkan, saat bersanding dengan langit di tepi cakrawala. Dengan biru yang tak biru, dengan hijau yang tak hijau. Metamorfosis menyebalkan yang tak bisa dideskripsikan.Aku yang hanya seorang nelayan, menatap jutaan bintang di langit biru malam yang dibingkai gelap. Ada Galaksi Biru disana, lelaki langitku yang terlalu tinggi untuk jadi mimpiku, terlalu jauh untuk bisa kuraih dalam nyata hari ini. Biar saja kulemparkan jala di cermin langit malam yang luas ini. Karena hanya dengan ini bisa kupeluk dia yang jadi rinduku.
Wisnu meraih ponselnya, dan sesaat dia menulis pesan singkat dengan cepat. Di seberang jalan lain di kota ini, Danis masih menatap laptopnya dengan marah. Ada bait yang tidak bisa diselesaikannya, dan sebelum dia menggaruk kepalanya kuat-kuat karena tidak mendapatkan satu kata yang tepat untuk melengkapi baitnya, satu pesan hadir di ponselnya, dari Wisnu.
> Siapa Galaksi Biru?
Rabu, 03 Juli 2013
novela : 3 Juli 2013 [ DANIS ]
Danis memutar otaknya, harus ada cara untuk menyatakan perasaannya pada Wisnu, karena besok hari terakhir sebelum Wisnu benar-benar akan meninggalkan sekolah. Kelulusan yang menyakitkan, itu menurut Danis. Karena baru delapan bulan dia menikmati masa SMU yang katanya penuh warna, tetapi dia harus segera kehilangan cinta pertamanya yang sudah dicarinya lebih dari lima tahun ini.
Wisnu Augusta Angkasa, mantan ketua Paskibra, setahun sebelum masa jabatannya, dia sempat mengikuti pertukaran pelajar ke Madrid, dan kali ini dia lulus dengan nilai mengagumkan, walaupun sempat meningalkan sekolahnya selama satu tahun. menurut kabar terakhir Striker tim sepak bola sekolah, dan salah satu tower tim basket Bina Nusa yang walaupun bukan top scorer di banyak pertandingan itu, siap berangkat ke Sidney untuk beasiswa sekolah seni, yang sudah lama diimpikannya.
Selasa, 02 Juli 2013
catatan : 2 Juli 2013
![]() |
| di upload ke nulisbuku 2 juli 2013 |
yang selanjutnya bisa segera tercetak...
teruntuk
semua idola saya...
semua pembaca tulisan saya...
semua yang setia membaca...
terimakasih kepada
@pencarikata
hanifah siregar
dan anakku tersayang.
Kamis, 20 Juni 2013
novela : Malika [ mimpi ke-5 ]
Hingga satu hari, di tahun kedua pernikahan mereka. Malika mengiriminya sebuah pesan bergambar.
...
Malika duduk diam menghadapi laptop dihadapannya, disalah satu sudut yang ia suka sebagai tempat untuk menuangkan ceritanya. ia memilih kata yang tumpah ruah di rongga dadanya, setelah beberapa hari tenggorokannya seperti tercekat setiap kali memandang wajah Ghani yang merindukannya, merindukan Malika disisinya.
Akhirnya Malika mulai menarikan jemarinya diatas tombol huruf-huruf dan merangkaikan kata untuk Ghani, itu yang selalu dilakukannya, berbagi cerita pada Ghani lewat surel.
Rabu, 19 Juni 2013
novela : Malika [ mimpi ke-4 ]
Ghani, lelaki, suami, dan seorang yang baru dikehidupan Malika. Dia harus membiasakan diri dengan keberadaan Malika, seorang istri yang hanya muncul saat sore menjelang hingga matahari naik sepenggalah. Perempuan yang bahkan selalu menyempatkan diri untuk mengambil alih pekerjaan pelayannya, walau itu hanya sekadar mengadukkan gula dalam cangkir tehnya. Malika yang menentukan, segala yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan terhadapnya, terhadap jasadnya. Dan kuncinya hanya satu, Ghani tidak boleh meragu, atau dia akan terus saja menangis saat kembali mengeja perjanjian yang telah disepakatinya dengan Malika.
Ketika pernikahan itu terikat sebuah perjanjian, mereka pasti bertanya, apakah ada kebahagiaan?
Selasa, 18 Juni 2013
catatan : 18 Juni 2013
Aku tidak sengaja mendapatkan Mimpi tentang tokoh Malika, cerita singkat didalam mimpiku itu mengalir kemudian setelah aku menceritakannya pada suamiku. Dan aku rasa, walau tidak sempurna, kisah ini bisa jadi pembelajaran bagiku untuk menulis dengan pilihan diksi, juga cara 'SHOW' yang harus sering dilatihkan.
Malika itu adalah sosok sederhana yang sempurna, tapi semua yang menginginkannya adalah orang-orang dengan latar belakang yang tidak biasa.
Sampai hari ini sebenarnya sudah ada 1000an kata di file word-ku. Tapi lebih baik mencupliknya sedikit-sedikit untuk di post disini.
Ayo belajar menulis bersama, ini adalah latihan bagiku. Semoga bermanfaat bagi semua. oh, ya, aku tidak sengaja menemukan banner ini di halaman facebook.
Kalau memungkinkan atau tidak ada pilihan lain, mungkin naskah Malika ini bisa dikirimkan untuk seleksi kategori MetroPop. Tapi akan butuh perjuangan besar untuk bisa melanjutkannya.
Baiklah, sampai disini dulu catatan hari ini.
Kalau kalian suka ceritanya, tinggalkan pesan dong...
kasi komentar... dan masukan lainnya...
sampai jumpa
#catatan #novela #Malika
-phy-
Malika itu adalah sosok sederhana yang sempurna, tapi semua yang menginginkannya adalah orang-orang dengan latar belakang yang tidak biasa.
Sampai hari ini sebenarnya sudah ada 1000an kata di file word-ku. Tapi lebih baik mencupliknya sedikit-sedikit untuk di post disini.
Ayo belajar menulis bersama, ini adalah latihan bagiku. Semoga bermanfaat bagi semua. oh, ya, aku tidak sengaja menemukan banner ini di halaman facebook.
Kalau memungkinkan atau tidak ada pilihan lain, mungkin naskah Malika ini bisa dikirimkan untuk seleksi kategori MetroPop. Tapi akan butuh perjuangan besar untuk bisa melanjutkannya.
Baiklah, sampai disini dulu catatan hari ini.
Kalau kalian suka ceritanya, tinggalkan pesan dong...
kasi komentar... dan masukan lainnya...
sampai jumpa
#catatan #novela #Malika
-phy-
novela : Malika [ mimpi ke-3 ]
...
Malika membiarkan dirinya terkunci dalam pelukan sang lelaki, ia telah melaksanakan kewajibannya malam tadi, sebagai seorang istri. Dan dalam heningnya pagi, Malika kembali merapikan diri. Air dingin bahkan tak bisa mengalahkan kehangatan yang memeluk jasad indah itu, Malika membiarkan wajahnya basah hingga ujung jemari kakinya yang menari mengikuti senandung dalam hatinya.
Busana Malika adalah ketulusannya, ia bahkan tidak pernah bermewah-mewah dalam penampilannya sekalipun ia mampu melakukannya. Pilihannya pagi ini jatuh pada kemeja satin berwarna langit cerah, dengan padanan celana panjang dan blazer yang sepadan dengan kemejanya. Malika hanya menggulung rambutnya dalam jaring rambut berhias pita biru. Bahkan Malika memutuskan tidak mewarna pipi ataupun kelopak matanya.
Senin, 17 Juni 2013
novela : Malika [ mimpi ke-2 ]
...
Malika adalah pusat perhatian, kecantikannya, keramahannya, dan juga pilihannya untuk duduk di pelaminan sendiri. Mereka belum pernah menemukan pesta pernikahan yang seperti itu. Sepanjang acara tak sekali pun Ghani menghampiri Malika, mereka seakan memiliki dunianya masing-masing. Terpisah namun serasi dalam nuansa kemewahan yang dirancang Malika, demi seorang Ghani.
Malam larut, dan pesta berakhir. Semua tamu sudah pulang, hening kembali pada ruang antara Malika dan Ghani yang sekarang tengah duduk berdua saja. Rumah besar dan mewah milik Ghani menjadi bingkai kebersamaan mereka malam ini. Anak tunggal Ghani, Haydn Ahsan dipulangkan kerumah sang kakek. Malika mamilih untuk menolak tawaran Ghani berbulan madu di luar kota, ia tidak ingin pernikahannya menjadi milik orang lain, hanya itu alasannya.
Ghani memandang wajah wanita cantik dihadapannya, Malika sedang membersihkan sisa perona bibirnya. Warna peach bibir Malika tampak menggoda untuk dikulum, Ghani masih harus bersabar, karena Malika masih belum beranjak dari duduknya.
Langganan:
Postingan (Atom)

