...
Malika adalah pusat perhatian, kecantikannya, keramahannya, dan juga pilihannya untuk duduk di pelaminan sendiri. Mereka belum pernah menemukan pesta pernikahan yang seperti itu. Sepanjang acara tak sekali pun Ghani menghampiri Malika, mereka seakan memiliki dunianya masing-masing. Terpisah namun serasi dalam nuansa kemewahan yang dirancang Malika, demi seorang Ghani.
Malam larut, dan pesta berakhir. Semua tamu sudah pulang, hening kembali pada ruang antara Malika dan Ghani yang sekarang tengah duduk berdua saja. Rumah besar dan mewah milik Ghani menjadi bingkai kebersamaan mereka malam ini. Anak tunggal Ghani, Haydn Ahsan dipulangkan kerumah sang kakek. Malika mamilih untuk menolak tawaran Ghani berbulan madu di luar kota, ia tidak ingin pernikahannya menjadi milik orang lain, hanya itu alasannya.
Ghani memandang wajah wanita cantik dihadapannya, Malika sedang membersihkan sisa perona bibirnya. Warna peach bibir Malika tampak menggoda untuk dikulum, Ghani masih harus bersabar, karena Malika masih belum beranjak dari duduknya.