Mereka bertanya, ketidaksempurnaan seperti apa yang aku miliki? karena mereka semua tahu, tidak ada manusia yang sempurna 100 persen. Kita semua diciptakan dengan kekurangan yang masih bisa diterima, tapi dulu aku mengawalinya dengan tidak mudah.
Duduk di usia tiga tahun, dan mulai melangkah di usia lima tahun. Terapi yang aku jalani sepanjang dua tahun, akhirnya memberiku satu keahlian yang dicapai Aliya dalam waktu yang sangat cepat.
Aliya, ya, Aliya Bening, dia adik perempuanku yang kali pertama menunjukkan lagu-lagu Agnes Monica padaku.
do not piracy!
this blog is my creativity
Minggu, 17 November 2013
Sabtu, 16 November 2013
novela : 16 November 2013
Hai Dahlia, aku mencoba menuliskan mimpimu. Tapi tidak tahu akan seberhasil apa, yang pasti ini menyenangkan. Entah Agnes Monica membacanya atau tidak, tapi dia memang sedang sangat sibuk sekarang. Setelah berhasil Go International setelah dua puluh tahun menjelajah Indonesia.
Jumat, 15 November 2013
novela : 15 november 2013 (3)
"Aliya, sedang apa?" Mama menepuk pundakku, sesaat aku terkejut dan mencoba untuk tidak mengalihkan pikiranku dari ide yang tengah kutuliskan.
"Nulis, Mi. Seperti biasa." Mami lalu mengintip ke halaman yang sedang aku kerjakan.
"Ide dari Dahlia?" Mami memastikan, dan jawabanku tentu saja sebuah anggukan.
"Nulis, Mi. Seperti biasa." Mami lalu mengintip ke halaman yang sedang aku kerjakan.
"Ide dari Dahlia?" Mami memastikan, dan jawabanku tentu saja sebuah anggukan.
novela : 15 November 2013 (2)
Beberapa bulan yang lalu, aku pernah mencoba menghubungi beberapa orang dari pihak manajemen NIC, itu adalah nama kelompok penggemar Agnes Monica. Nez inda Club.
Aku ingin menuliskan beberapa kisah tentang penggemar dan orang-orang yang berkutat dengan karir Agnes Monica.
Tapi ternyata, aku rasa aku tidak mampu. Kehidupanku pribadi terlalu jauh dari riuhnya penggemar Agnes meneriakkan namanya, mengikuti nyanyiannya, atau bahkan sekedar berbelanja beberapa produk karya Agnes.
Aku hanya mampu mendengarkan dalam hening, dan menyanyikannya tanpa suara lagu-lagu yang dinyanyikan Agnes.
***
Aku ingin menuliskan beberapa kisah tentang penggemar dan orang-orang yang berkutat dengan karir Agnes Monica.
Tapi ternyata, aku rasa aku tidak mampu. Kehidupanku pribadi terlalu jauh dari riuhnya penggemar Agnes meneriakkan namanya, mengikuti nyanyiannya, atau bahkan sekedar berbelanja beberapa produk karya Agnes.
Aku hanya mampu mendengarkan dalam hening, dan menyanyikannya tanpa suara lagu-lagu yang dinyanyikan Agnes.
***
novela : 15 November 2013 (1)
Reff:
Karena ku sanggup walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu
Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku
Huuu.. kalau memang harus begitu
Read more: Agnes Monica - Karena Kusanggup Lyrics | MetroLyrics
catatan : 15 November 2013
OoooPppSsss....
Sudah berapa hari melewatkan menulis cerita....
yah..
ternyata kesibukan bersama keluarga memang membuatku mengabaikan menulis...
kisah yang terinspirasi dari Anastasia Siantar kemarin, sementara aku beri judul, "Teman Pertama di Paris"
Baiklah, kalau begitu mari kita lanjutkan menulis ceritanya.
novela kedua ini aku beri judul sementara "kesempatan terakhir"
Selamat membaca....
Sudah berapa hari melewatkan menulis cerita....
yah..
ternyata kesibukan bersama keluarga memang membuatku mengabaikan menulis...
kisah yang terinspirasi dari Anastasia Siantar kemarin, sementara aku beri judul, "Teman Pertama di Paris"
Baiklah, kalau begitu mari kita lanjutkan menulis ceritanya.
novela kedua ini aku beri judul sementara "kesempatan terakhir"
Selamat membaca....
Senin, 11 November 2013
novela : 11 November 2013 (2)
Cerella melangkahkan kakinya dengan santai, selesai perkuliahan di semester pertama, setelah libur musim dingin dengan tugas yang membuatnya sesaat melupakan kesenangannya menjadi cantik.
Nyonya Stevan sedang menunggunya.
"Ayo kita senang-senang hari ini." Dan Nyonya Stevan menggamit lengan putrinya. Mereka berjalan santai menuju keramaian.
Nyonya Stevan sedang menunggunya.
"Ayo kita senang-senang hari ini." Dan Nyonya Stevan menggamit lengan putrinya. Mereka berjalan santai menuju keramaian.
novela : 11 November 2013
Langit tengah malam, dan pilihan buruk untuk menyesap habis espresso. Kafein yang mengaliri darah membuat Nadine tidak bisa memejamkan matanya. Kejadian sore tadi benar-benar membuatnya sesak nafas.
Garren dengan sebuket mawar, Cerella yang cantik tersenyum tulus, dan ajakan pulang sederhana dari seseorang yang ia tahu, ia akan sangat sulit menerima kenyataan.
"Jangan khawatir, aku sudah tahu rahasia antara kamu dan Garren." Cerella mengangkat kedua alisnya, dia tersenyum memastikan bahwa Nadine tidak akan marah pada Garren dengan keputusannya menceritakan kisahnya pada Cerella.
Garren dengan sebuket mawar, Cerella yang cantik tersenyum tulus, dan ajakan pulang sederhana dari seseorang yang ia tahu, ia akan sangat sulit menerima kenyataan.
"Jangan khawatir, aku sudah tahu rahasia antara kamu dan Garren." Cerella mengangkat kedua alisnya, dia tersenyum memastikan bahwa Nadine tidak akan marah pada Garren dengan keputusannya menceritakan kisahnya pada Cerella.
novela : 10 November 2013
Cerella memasuki kafe di sudut jalan itu dengan santai, dia mencoba memandang seisi kafe, menemukan Nadine. Garren sangat yakin Nadine ada di kafe itu, entah bagaimana tapi dia sangat tidak ingin di bantah. Termasuk dengan meminta Cerella menemukan Nadine sebelum memanggilnya masuk.
"Bagaimana kamu yakin, kalau ternyata kamu memintaku untuk memeriksanya lebih dulu?" Cerella merasa heran, hampir tidak percaya. Tapi dia memang tidak menemukan Nadine dalam dua menit pertama.
Cerella memutuskan untuk duduk, dia terlalu lelah berdiri dan berjalan seharian untuk menemukan kafe ini. Dua kafe sebelumnya juga ada di sudut jalan, tapi yang kali ketiga ini Garren mengatakan ia sangat yakin akan menemukan Nadine disana.
Cerella memilih duduk di sisi jendela yang menghadap ke jalan, di mana ada pedagang bunga di seberangnya. Tempat di mana Garren sedang memilih beberapa bunga yang ia ragu dengan warnanya. Mawar merah, mawar putih, tulip, atau ...
"Bagaimana kamu yakin, kalau ternyata kamu memintaku untuk memeriksanya lebih dulu?" Cerella merasa heran, hampir tidak percaya. Tapi dia memang tidak menemukan Nadine dalam dua menit pertama.
Cerella memutuskan untuk duduk, dia terlalu lelah berdiri dan berjalan seharian untuk menemukan kafe ini. Dua kafe sebelumnya juga ada di sudut jalan, tapi yang kali ketiga ini Garren mengatakan ia sangat yakin akan menemukan Nadine disana.
Cerella memilih duduk di sisi jendela yang menghadap ke jalan, di mana ada pedagang bunga di seberangnya. Tempat di mana Garren sedang memilih beberapa bunga yang ia ragu dengan warnanya. Mawar merah, mawar putih, tulip, atau ...
Sabtu, 09 November 2013
catatan : 9 November 2013
Terbangun tengah malam, dan akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan cerita tentang Cerella.Tokoh ini terinspirasi dari seorang gadis cantik bernama Anastasia Siantar.
penampilannya yang apik membuatku membayangkan ceritanya terjadi di tempat di mana Anaz menghabiskan banyak waktunya sekarang.
Paris.
Langganan:
Postingan (Atom)





